Saturday, February 26, 2011

Selain Ibu perjuangan Ayah Juga berat loh.

Hmm...

Sore ini saya mau sharing tentang bapak. Seorang ayah yang menemani ibu hingga tutup usia. Saya bersyukur dan berterima kasih sudah diberi hidup dan kasih sayang dari bapak. Sejak kepergian ibu, bapak dengan sabar dan ikhlas menjalani tugas dan tanggung jawab sebagai seorang ayah sekaligus ibu. Dan saya membantu bapak mengurus kedua adik-adik saya yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama.

Oke saya ada pertanyaan.. Tahukah kita tanggal berapa hari Ibu itu?
Yups, setiap tanggal 22 Desember kita selalu merayakan hari IBU, karena begitu besarnya perjuangan seorang Ibu dari mengandung sampai membesarkan anaknya.  Tapi tahu ngga sih perjuangan seorang Ayah juga ngga kalah besar dari seorang Ibu.

Nah, berikut ini saya akan sharingkan beberapa point perjuangan dari seorang Ayah

1. Ayah itu...
> ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, sedikit bergantung pada siapapun, dan selalu membutuhkan kehadirannya.
 
2. Ayah itu...
> membiarkan anaknya menang dalam permainan ketika masih kecil, tapi ia tidak ingin membiarkan anaknya menang saat sudah besar.
 
3. Ayah itu...
> biasanya tidak ada atau tidak mau ada di album foto keluarga, karena ia yang selalu memotret.

4. Ayah itu...
> selalu sedikit sedih saat melihat anak-anaknya pergi bermain dengan teman-teman mereka karena ia sadar itu adalah akhir masa kecil mereka.
 
5. Ayah itu...
> mulai merencanakan hidup anaknya saat tahu bahwa sang  istri hamil (mengandungmu), tapi begitu anaknya lahir, ia mulai membuat revisi.
 
6. Ayah itu...
> membantu membuat impian anaknya jadi kenyataan bahkan ia pun bisa meyakinkan  anaknya untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti belajar berenang atau bersepeda.
 
7. Ayah itu...
> mungkin tidak tahu semua jawaban anaknya tapi ia membantu mencari tahu jawaban itu.
 
8. Ayah itu...
> mungkin tampak galak di mata anaknya tapi di mata teman-temannya ia tampak baik dan menyayangi.

9. Ayah itu...
> kaku atau lambat dalam berteman, tapi ia sahabat seumur hidup.
 
10. Ayah itu...
> benar-benar senang membantu seseorang tapi ia sukar meminta bantuan.
 
11. Ayah bila di dapur itu...
> membuat dan memasak seperti bereksperimen secara ilmiah. Ia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan rumit itu. Dan hasilnya? mmmmhhh… "tidak terlalu mengecewakan".
 
12. Ayah itu...
> paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuat anaknya senang tapi tidak takut.
 
13. Ayah itu... 
> akan sangat senang membelikan anaknya makanan selepas ia pulang kerja, walaupun ia tak dapat sedikitpun bagian dari makanan itu.
 
14. Ayah itu...
> selalu berdoa agar anaknya menjadi orang yang sukses di dunia dan akhirat, walaupun  anaknya jarang bahkan jarang sekali mendoakannya.
 
15. Ayah itu...
> akan memberikan anaknya tempat duduk terbaik dengan mengangkat bahu anaknya ketika pawai lewat.
 
16. Ayah itu...
> tidak akan memanjakan anaknya saat sakit, tapi ia tak akan tidur semalaman dan terjaga untuk menjaga anaknya. 
17. Ayah itu...
> percaya bahwa orang harus tepat waktu. Karena itu ia selalu lebih awal menunggu atau menjemput anaknya.
 
18. Ayah itu...
> akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang dibutuhkan anaknya.
 
19. Ayah itu... 
> segera menghentikan apa saja yang sedang dikerjakannya, kalau anaknya ingin bicara.
 
20. Ayah itu...
> selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar uang sekolah tiap semester meskipun  anaknya tidak pernah memikirkan bagaimana ia mendapatkannya.
 
21. Ayah itu...
> tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin.
 
24. Ayah itu...
> hampir tidak pernah marah, kecuali ketika anak lelakinya kepergok menghisap rokok dikamar mandi.
 
25. Pujian terbaik bagi ayah itu...
> ketika ia melihat anaknya melakukan hal yang baik persis seperti caranya.
 
26. Untuk masa depan anak lelakinya ia berpesan...
> “Jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak  seorang wanita yang lebih baik dari ibumu, berikan yang lebih baik untuk menantu dan cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu”.
 
27. Dan untuk masa depan anak gadisnya ayah berpesan...
> “Jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah dari anak-anakmu kelak. Lelaki yang jauh lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu”
 
28.Ayah itu...
> tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi ia hanya mencoba melakukan yang terbaik.

Itulah 28 point yang saya tuliskan dan saya dedikasikan kepada para ayah yang dengan  segenap raga, perhatian serta kasih sayang kepada anak-anaknya memenami sang ibu membesarkan dan merawat anaknya hingga ia tumbuh dan berkembang.


Terima kasih sudah membaca. 
Salam

5 comments:

  1. Bener banget tuh,,
    mari berdo'a untuk kedua orang tua kita agar slalu diberi kesehatan..:)

    ReplyDelete
  2. @ enda fivers : Setuju dengan kawan enda fivers. Terima kasih sudah berkunjung disini lagi. Salam

    ReplyDelete
  3. Tidak perlu hari untuk menghormati orang tua, hari ibu hanyalah formalitas, ayah tak perlu hari khusus. Tak bisa memisahkan peran ke-2 orang tua, ayah dan ibu sama-sama punya tugas masing-masing, jadi semua sama pentingnya... :)

    ReplyDelete
  4. assalamualaikum
    ini kunjungan kesekian kali ke blog sahabat :)
    dan menyimak terus update postingan yang semakin menarik
    sekaligus memberi info bahwa kangmusa telah membuat ebook baru
    "Blog Monetization Options" yang bisa diunduh disini
    terima kasih, saya tunggu kunjungan Anda di kangmusa.com
    salam hangat
    kangmusa

    ReplyDelete

Salam...
Tuangkan komentar tuk saya,
Meski cuma satu kata...

Jangan meninggalkan spam...

Salam kawan

Klik kawan !