Wednesday, September 29, 2010

Masih tentang Ibu

Tidak semua orangtua dapat mendidik anak dan mengajarkan anak dengan cara yang tepat dan bijak. Perkataan kasar dan sikap ngga peduli serta mengabulkan setiap permintaan anak adalah satu dari penyebab itu. Semua itu bisa dipengaruhi dari latar belakang pendidikan ataupun lingkungan rumah. Bagi yang kurang sependapat terserah saja, yang jelas saya hanya meyampaikan.


Sejujurnya, saya adalah satu dari mereka yang mempunyai Ibu yang mendidik dengan cara seperti itu. Sampai pada akhirnya saya tumbuh dan terbuka secara pikiran bahwa yang selama ini dilakukan ibu baik itu sikap, cara dan perbuatan itu dipengaruhi oleh latarbelakang pendidikan dan pengalaman ibu, saya memaafkan.

Sekarang saya menyandang status yatim. Ternyata kehilangan itu begitu terasa. Saat beliau masih ada saya kurang begitu memperdulikannya dikarenakan kami selalu berbeda pendapat. Walau itu wajar tapi kerasnya sikap ibu yang membuat perbedaan pendapat itu sering terjadi.

Sampai saya menulis, kematian beliau belum genap 40 hari. Sedih. memang, jelas dan sangat jelas terasa tetapi saya tidak ingin berlarut larut karna kehidupan saya harus tetap berjalan. Roda waktu tetap berputar. The show must Go on.

Mungkin kata kata ini saya dedikasikan bagi mereka sekaligus mewakili saya yang telah ditinggalkan Ibunda tercinta ...

Ibu maafkan aku

Ibu ...
Banyak orang bilang bahwa surga itu berada di telapak kakimu. Bagaimana aku bisa menggapainya, sedangkan bayangmu aku tak punya.

Ibu ...
Bagaimana seorang dirimu bisa benar-benar menjadi jembatan surga bagi anak-anakmu, ketika dirimu sendiri tak mampu menjadi seorang ibu yang sebenar-benar ibu dengan kelembutan dan keindahan surga.

Ibu ...
Di dalam hati aku bersyukur sudah terlahir dan dibesarkan oleh ibu. Saat aku sudah mulai berpikir, aku bertanya bagaimana kerasnya sikap dan caramu membesarkan aku. Kau wanita sederhana. Hanya karena  terhimpit kebutuhan hidup aku terzalimi dirimu yang nyata berada di dekatku, namun tak pernah mampu menjadi cahaya.
 
Ibu ...
Aku selalu membayangkan sosokmu begitu lembut penuh kasih. Memimpikanmu benar-benar ada di dekatku, menjadi cahaya ketika matahari gerhana dan rembulan tak purnama. Namun mimpi-mimpi itu tak pernah menjadi nyata. Yang terlihat di mataku adalah sosok ibu yang jauh dari lembut, jauh dari kasih. Sosok ibu yang sering berkata kasar pada anaknya, sibuk dengan karir dan bisnisnya, mendewakan kecantikan.

Ibu ...
Aku tak tahu apakah aku begitu merindukanmu, ataukah marah atau bahkan membencimu. Namun aku tetap berdoa bahwa sosok ibu yang selalu kuimpikan itu adalah dirimu, ibuku. Seorang perempuan yang memang layak mendapat julukan seorang Ibu. Ibu yang berhati malaikat. Tak pernah mengeluh meski lelah dan penat
Tetap sabar ketika aku nakal. Tetap santun walau emosi di luar akal.

Ibu ...
Aku ingin bertemu meski hanya dalam mimpi semu. Tuntaskan persoalan, hingga aku dapat merasakan surgamu.

Ibu ...
Maafkan aku.

6 comments:

  1. Ibu emang segalanya buat saya...

    Orang yang paliiiiing dan paliiing disayang.

    sayangilah ibumu ...

    jadi kangen ka ibu

    ReplyDelete
  2. Wah mantebs tenan shob .... Orang yang kusayang pertama kali adalah ibuku... aku bisa berhasil juga karena ibu ... so jika kita mau membalas budi kepada ibu ...niscaya tak kan pernah bisa sampai lunas atau impas ...

    ReplyDelete
  3. takkan pernah habis cerita tentang ibu,,, wanita yang sangat berjasa dalam hidup kita.... I Love u mom....

    ReplyDelete
  4. Ibu bagiku adalah Wanita yang mulia ... tak pernah mengeluh dan sebaliknya selalu siap tuk mendengar keluhan ...

    ReplyDelete
  5. @ z33s : Sayangi beliau selagi ada kawan. Surga itu masih terlihat kawan. Thx for the comment.

    @ syahida : Thanks Om atas masukannya.

    @ ashtho software easy : Sangat berjasa sekali Om. Thanks for the comment. I LOve My MOM to Om...

    ReplyDelete
  6. @ BRI Jakarta Veteran : Kesadaran itu baru terasa saat beliau sudah tiada Om. Sangat mulia.

    Terima kasih sudah berbagi kasih.

    ReplyDelete

Salam...
Tuangkan komentar tuk saya,
Meski cuma satu kata...

Jangan meninggalkan spam...

Salam kawan

Klik kawan !