Monday, November 9, 2009

Tentang kamu

Sejak resminya kita berhubungan sudah lama juga aku tidak lagi menulis tentang kamu. Padahal banyak sudah detik, menit, dan waktu yang kita lewati bersama dalam dua bulan belakangan. Seharusnya memang, aku tulis saja setiap saat-saat indah kita berdua itu namun kelemahan daya ingatku yang menghambatku.

Di awal kita berhubungan, beberapa cobaan datang menghampiri. Di mulai dari aku yang begitu takut memilikimu, lalu bagaimana nanti setelah itu, sampai pada musibah yang menimpa aku dan melibatkan kamu akibat kelalaianku. Semua itu membuat aku sadar bahwa cinta harus melewati cobaan. Aku bersyukur dapat merasakan semua itu.

Kamu memiliki daya tarik tersendiri. Bagiku, aku dapat melihat jelas dari cara kamu menatap sesuatu. Pandangan pertama adalah awal aku jatuh cinta padamu. Aku yakin dengan perasaaanku, bertekad ingin memilikimu. Dan kini, semua itu terbukti.

Aku sangat menyadari siapa aku di matamu. Tapi untukmu itu bukan masalah besar. Tak banyak yang mengetahui tentang hubungan kita. Baik itu teman, sahabat, saudara, maupun orangtua kita. Bukannya aku merencanakan seperti itu tapi semua itu mengalir begitu saja. Waktulah yang nanti pelan-pelan membuka dan memberitahukan kepada mereka.

Kamu serba sempurna dari sudut pandangku. Kamu mudah peka dalam setiap kondisi. Selalu mengingatkanku apa saja. Sejujurnya aku merasa kecil di sampingmu. Idealismemu tinggi. Seorang perencana pula. Kamu dewasa di usia muda.

Ceria, mudah tersenyum, dan jarang marah adalah kamu. Saat ini hanya itu yang aku tahu. Banyak tanya, sering cerita, suka bercanda, dan sngat serius adalah gayamu. Kamu sanggup memainkan semua peran itu. Kamu pun dapat mengimbangiku karena cara pandangku tentang sesuatu berbeda dengan cara pandangmu. Kelebihan dan kekurangan seseorang adalah anugrah yang terindah yang diberikan tuhan, begitu katamu.

Kamu bertanya padaku mengapa aku memilihmu. Jawaban itu tidak sanggup aku jelaskan. Aku terdiam. "Karena keyakinanku mendorongku untuk nekat memilikimu." dalam hati aku berucap. Padahal aku sangat mengetahui kamu adalah mantan kekasih temanku. "Aku mencintaimu tulus dari dalam hati," ucapku.

4 comments:

  1. Ada terusan'y ngga tuh... kayak'y bersambung y..

    ReplyDelete
  2. aku yang kau sebut dalam ceritamu,,
    aku tidak bisa berkomentar apa-apa,
    aku hanya bisa berkata terimakasih atas semuanya, aku manusia biasa yang tak luput dari kekurangan dan dosa
    i wish all the best for you...

    ReplyDelete
  3. Thanks bro..

    Di tunggu ajj yach..

    ReplyDelete
  4. ehem3x...prikitiw...xixixixixi

    ReplyDelete

Salam...
Tuangkan komentar tuk saya,
Meski cuma satu kata...

Jangan meninggalkan spam...

Salam kawan

Klik kawan !