Wednesday, October 7, 2009

Jadilah majikan pikiranmu

Dukun Jodoh
Apakah Anda pernah menyaksikan langsung sebuah ritual, entah menonton di tv, atau mendengar tentang praktek perdukunan? Mungkin. Atau malah Anda sering berkonsultasi dengan mereka. Terserah saja, yang jelas saya ingin bercerita pada saat saya berada di tempat praktek perdukunan si embah dukun.

Semua ini berawal saat saya sedang merasa kurang percaya diri dengan kesembuhan penyakit saya sekaligus rasa penasaran ingin tahu saya  tentang cerita teman saya yang menggebu-gebu itu.

Saya tidak sendiri datang kesana tapi bersama dia, maklum selain saya tidak tahu lokasi persisnya, saya juga baru untuk hal  yang satu ini.

Si embah dukun lalu membaca mantera di segelas air putih, lalu disodorkan saja ke saya "Nah, silakan diminum, nanti sakitnya akan hilang dalam dua hari." begitu ucapnya. "Do you believe that, only two days the disease has been gone away." batin saya (untuk artinya cari tahu di transtool ye). Cukup singkat waktu saya dengan si embah, lalu saya pergi meninggalkan tempat itu.

Bukan cuma itu sugestinya kepada saya, ternyata temannya si teman saya sebelumnya (masih di tempat yang sama), embah dukun memberikan sebuah batu kepada dia terus berucap "Simpan ini dipinggang Pak, Anda akan berwibawa dan dihormati orang." sampai sekarang teman saya itu selalu yakin dan percaya diri dengan ikat pinggangnya, berbeda sekali dengan bulan-bulan sebelumnya.

Nah, sekarang sudah agak jelas dengan apa yang menjadi pertanyaan saya. Apa yang membuat sakit anda hilang, sakit kepala hilang, masuk angin hilang, dan pasien si embah dihormati? Ya, pikiran si penderita sendiri. Kalau seseorang tidak sanggup membangun peta mental dalam pikirannya sendiri, biasanya sih minta bantuan dari luar. Ia butuh sugesti. Ya, sejatinya tubuh merespon pikiran. Contoh, saat kita sedang ketakutan, jantung akan berdebar kemudian keringat dingin. Terus kalau lagi sedih, kita tidak akan berdiri tegak dengan kepala mendongak ke depan. Ada kemungkinan posisi duduk bersandar dan kalau berjalan cenderung menunduk.

Inilah proses tersugesti. Pikiran bawah sadar kita loh yang menguasai 88% diri kita, tidak mengenal realitas atau sekadar imajinasi. Sugesti akan cepat masuk kalau kitanya fokus. Nah, fokus tunggal ini dalam hypnosis disebut trance (keadaan tak sadarkan diri). Dalam istilah lama disebut kesurupan atau kerasukan. Dalam istilah Islam disebut khusyu'. Jadi trance, khusyu, kesurupan, kerasukan, it's same word. Sugesti mengkonstruksi pikiran, pikiran menentukan perasaan dan perasaan mendorong tindakan. Tindakan menentukan hasil. Jadi, kalau mau hasil positif, pikiran kita harus positif, sugestinya juga harus positif. Tapi kalau mau hasilnya negatif, masukkan saja sugesti negatif. :)
Embah Kecapean
Si embah dukun juga melakukan sebuah proses serupa. Pikiran alam bawah sadar kita memang lebih dapat menerima sugesti yang diberikan oleh orang yang dianggap punya otoritas. Tujuannya supaya pasien si embah menjadi fokus dengan sugesti yang diberikan. Pasti semua dari kita pernah mendengar kalimat ini "Ingatlah, saya hanya perantara kesembuhan Anda, yakin dan percayalah pada diri (pikiran) Anda untuk sembuh, dan jangan lupa berdoa serta memohon kesembuhan pada tuhan..." dan bla, bla, bla, lagi kalimat seterusnya. Jadi, semua itu memang jelas berpusat pada pikiran kita karena pikiran kita mempunyai kekuatan yang luar biasa.

1 comment:

  1. you got that right man...brains control everything

    ReplyDelete

Salam...
Tuangkan komentar tuk saya,
Meski cuma satu kata...

Jangan meninggalkan spam...

Salam kawan

Klik kawan !