Saturday, November 7, 2009

Rasa ini padamu

Blog, aku ingin bercerita tentang isi hatiku yang kurasakan saat ini padamu. Aku malah tak tahu harus berkata apa, kepada siapa, dan harus bagaimana karena aku hanya percaya padamu. Aku merasa kaulah teman di saat aku butuh tempat berbagi cerita, sebab terkadang orang terdekat pun tak mampu memecahkan masalah kita.

Oke Blog, aku akan bercerita sekarang. Aku sedang jatuh cinta. Seorang wanita yang demikian istimewa membuat aku tergila-gila. Namanya Ella. Kami jumpa pertama kali di Kampus Hijau. Saat itu, aku tak sengaja menyenggol barang bawaannya hingga tumpah ke lantai karena aku memang terburu-buru masuk kelas, sudah telat. Spontan aku teriak, "Sorry… eh maaf, ngga sengaja," sambil aku merunduk mengangguk-angguk. Sesaat dia terkejut dengan mimik menunjukkan ketidakksenangannya, dia pun berlalu. "Hhm, dia pasti marah." batinku.

Sebenarnya aku sudah melupakan kejadian itu, namun beberapa hari kemudian aku berpapasan lagi dengannya di loby kampus. Kebetulan cuma aku dan dia saat itu disana. Aku memberanikan diri untuk menyapanya. "Hai, masih ingat saya?" Dia menoleh. Ia diam sejenak. "Saya yang ngga sengaja nyenggol barang bawaan kamu waktu itu, lupa ya?" sambungku membuka percakapan. "Saya minta maaf ya, nama saya Bagas, kamu siapa?" kataku sambil menyodorkan tangan. "Ella." jawabnya cepat. Kami pun bersalaman.

"Saya kuliah disini, jurusan Sastra. Kalau ada kesempatan kita bertemu lagi, oke?" Aku segera masuk kedalam menuju lantai 3. Aku bergegas memasuki kelas karena telat. Tapi sumpah Bro, aku tak bisa konsentrasi dengan pelajaran karena wajah Ella masih ada di pelupuk mataku. Cara dia menatapku, tersenyum, juga genggaman tanganya masih sangat terasa. Kalau perlu tak usahlah cuci tangan seharian biar aku masih dapat merasakan genggaman tangannya.

***
Sudah dua minggu aku tak berjumpa denganya. Ada rasa aneh mengaliri nadiku jika aku teringat padanya. Rasa yang aku sendiri tidak tahu apa artinya. Wajah dan senyumannya, gaya dia bicara, menyiksa batinku saat pagi tiba. Rasanya aku ingin segera melangkahkan kaki untuk bertemu dengannya. Kadang aku sengaja menunggu didepan loby dengan harapan dapat berpapasan lagi.

Kuliahku jadi berantakan dan beberapa kali aku kena tegur dosen karena kedapatan sedang melamun. Benar-benar aku dibuat mabuk kepayang oleh wanita ini. tiada hari tanpa membayangkan dirinya, sampai-sampai temanku merasa heran melihat perubahan drastis pada diriku. Aku yang biasanya banyak ngomong kini lebih senang berdiam diri. Malah aku terkadang suka senyum-senyum sendiri. Yah, akhirnya aku menyerah. Aku tahu sekarang jawabannya. Tak salah lagi, aku telah jatuh cinta pada Ella. Dia telah mencuri separuh jiwaku. Dia menorehkan sebentuk cinta dihatiku.

***
Pagi ini kami bertemu di dalam bis kota.
"Hai," sapaku. Dia tersenyum.
"Apa kabar?"
"Baik,"
Sayang sekali, aku tak leluasa bicara karena di bis itu sedang penuh sekali wajah dari orang-orang yang bahkan enggan kutatap.

Pintu bis terbuka saat mencapai halte taman kota, aku sengaja diam saja. Beberapa orang yang hendak keluar mendesakku hingga tubuhku merapat ke tubuh Ella.
"Ngga turun di sini?"
Agak sedikit gugup aku menjawab, "Ngga kok, saya mau ke kampus, kampus hijau tercinta.
Kamu kuliah dimana?" tanyaku.
"Sama seperti kamu,"
"Ambil jurusan apa?" sambungku.
"Komunikasi,"
"Oh," seruku seolah tak terlalu peduli.
Pintu bis terbuka. Aku dan Ella beranjak ke luar. Lalu kami menuju kampus bersama.
"Kelasku di pojok sebelah sana."
"Yang temboknya biru muda itu?"
"Ya!"
"Kalau rumahmu?" dia terdiam lalu menjawab.
"Di Ciputat. Kenapa, mau mampir?"
"Mungkin."
Dia tertawa. "Jangan, nanti suamiku cemburu."
"Oh.…"
"Kalau kamu mau main, datang aja pas akhir pekan, hari sabtu atau ngga minggu."
"Well, mungkin lain kali aja."

Dia berlalu meninggalkan aku yang terpaku menatapnya. Yah, seandainya saja kami bertemu beberapa tahun lebih awal mungkin dapat kupersembahkan perasaan tulus ini padanya.

2 comments:

  1. sinetron bgt si don...hehehe

    ReplyDelete
  2. Oh, ngga tau tuh coz ngalir gitu ajj. But thx masukan'y..

    ReplyDelete

Salam...
Tuangkan komentar tuk saya,
Meski cuma satu kata...

Jangan meninggalkan spam...

Salam kawan

Klik kawan !