Monday, August 23, 2010

Ringkasan Cashflow Quadrant itu...

Sebenarnya untuk ngebahas judul ini, agak malas karena sudah banyak yang mengulas tentang ini malah bukunya juga masih ada ditoko2 buku. Tapi karena menurut saya cashflow quadrant cukup penting dan mencerahkan sebagai arah gerak suatu usaha, maka saya coba  untuk membahasnya. 

Sedikit banyak saya harus mengingat dan mempelajari lagi topik ini yang pernah dipelajari tujuh tahun yang lalu. Kalau diantara kawan2 sudah pernah membaca bukunya Cashflow Quadrant oleh Robert T Kiyosaki silahkan dilewati saja, atau berkomentar untuk memperkaya isi artikel ini. 

Kalau saya tanya sekarang ini apakah pekerjaan kawan sekarang ini? Mungkin ada yang menjawab PNS, karyawan swasta, dokter, mahasiswa, pedagang pasar, bisnis blog, penjaga warnet, dan lain sebagainya. Itu semua benar, tapi tau ngga  sebenarnya di dunia ini hanya ada 4 quadrant atau kelompok untuk mencari uang dan berkarir. 

Pengelompokan menjadi 4 qudrant ini terkait dengan cara memperoleh uangnya, sehingga disebut cashflow quadrant. 4 kelompok/quadrant ini adalah Employee (pegawai atau buruh), Self Employed (bekerja sendiri), Business Owner (pemilik bisnis), dan Investor (penanam modal). 

Pembagian tersebut dapat dilihat dibawah ini. 


Penjelasan :
E : Employee
S : Self Employed
B : Business Owner
I   : Investor
 
E dan S termasuk quadrant kiri 
B dan I termasuk quadrant kanan

Begini penjelasannya...

Employee (pegawai atau buruh) 
Adalah orang yang mendapatkan uang dengan cara bekerja kepada orang lain, atau suatu sistem bisnis yang merupakan milik orang lain, atau kepada organisasi milik orang lain. Employee menjual waktu dan kemampuannya untuk memberikan added value kepada bisnis atau organisasi orang lain. 

Employee bisa saja seorang office boy, seorang salesman, seorang supervisor, seorang manager, presiden direktur perusahaan, PNS, bahkan presiden negara ini adalah seorang Employee. Ciri khas seorang employee adalah ia akan digaji berdasarkan waktu dan kemampuan yang diberikan, dan menerima gaji rutin bulanan atau periodik dengan jumlah tertentu dari orang lain, perusahaan, organisasi atau bahkan dari negara.
Seorang employee bisa sukses atau bisa juga dipecat. Seorang employee, tidak akan memperoleh gaji apabila ia tidak bekerja. Setiap saat siap menerima kemarahan atasan atas performance kerja yang tidak baik. Menerima gaji bulanan yang jumlahnya tertentu, atau bahkan seringkali merasa kurang, tetapi tidak memiliki daya kemampuan untuk menaikkan gajinya sendiri. 

Sering berharap-harap cemas, mendapatkan kenaikan gaji suatu saat dan berusaha bekerja dengan lebih keras untuk mendapat penilaian baik atas kinerjanya dengan harapan akan dipromosikan dan dengan cara itu akan mendapatkan kenaikan gaji. Seorang employee memiliki atasan yang harus diikuti perintahnya dan menjaga hubungan baik dengan atasan tersebut agar tidak kehilangan pekerjaan.

Self Employed (bekerja sendiri)

Termasuk dalam self employed adalah orang-orang yang bekerja mandiri atau lepas. Biasanya mereka adalah seorang profesional yang memiliki keahlian tertentu. Ciri khas dari self employed adalah dia jalankan sendiri, dia lakukan sendiri dan pemasukan dia terima sendiri. 

Contoh self employed adalah seorang dokter praktek di klinik sendiri, pengacara yang membuka biro sendiri, tukang cukur rambut pinggir jalan, pedagang asongan, calo angkot, penulis lepas, dan lain-lain. Mereka mendapatkan uang atas jual jasa dan tenaga mereka sendiri secara personal. Tetapi mereka tidak akan mendapatkan penghasilan apabila tidak bekerja, misal dokter tidak praktek, pedagang rokok tidak ngasong, maka mereka tidak akan mendapatkan uang.

Self employed lebih bebas daripada employee, karena mereka menjadi majikan sekaligus bawahan sendiri, semua diatur dan ditangani sendiri. Dari segi penghasilan mereka tidak menerima gaji rutin sebagaimana employee, penghasilan mereka naik turun sebanding dengan usaha dan doa mereka sendiri. 

Seorang self employed bisa saja memiliki seorang asisten atau pekerja, seperti dokter dibantu resepsionis dan perawat, tetapi tetap tanpa dokter bekerja maka tidak akan mendapatkan penghasilan. Semakin keras usaha self employed, maka semakin besar penghasilan yang diperoleh, misal seorang dokter ingin menambah pemasukan dengan cara menambah jam buka praktek.
 
Business Owner (pemilik bisnis)

Bisnis owner memperoleh uang dari sistem yang dia buat. Toko dibuat dengan suatu sistem sehingga bisa berjalan sendiri yaitu ada kasir, bagian stok/logistik, supervisor, cleaning sercive, dan sebagainya yang diatur dan dibuat sesuai sistem perdagangan toko. Bisnis owner atau biasanya familiar kita sebut sebagai businessman/woman berusaha keras agar sistem yang dia bangun running well dan mendapatkan profit dari sistem bisnisnya. 

Ciri khas dari bisnis owner adalah bekerja tidak terikat waktu, dan penghasilan tidak berbanding lurus dengan waktu kerja yang di pergunakan. Meskipun dia tidak bekerja, seperti pemilik warnet, kalau sudah running well, maka warnet itu tetap memberikan pemasukan buat bisnis owner

Seorang bisnis owner memiliki kekuasaan terhadap bisnis dan pekerjanya. Dia berhak memutuskan untuk mem-PHK pegawainya apabila tidak perform. Tetapi dia memiliki resiko yang jauh lebih besar dari employee dan self employee yaitu bangkrut. Apabila seorang employee gagal, hanya PHK konsekuensi logisnya dan mungkin dia bisa mencari pekerjaan lagi. Self employed demikian juga. 

Sedangkan seorang business owner biasanya memiliki resiko bangkrut yang berakibat lebih massive, menyangkut uang banyak dan nasib para pekerjanya. Tetapi kalau berjalan lancar, seorang business owner akan memperoleh pemasukan yang jauh lebih besar dari pekerja. Apakah kawan pernah mendengar seorang pegawai memperoleh gaji lebih besar dari untung perusahaan? Untung perusahaan itulah pemasukan untuk bisnis owner.

Investor (penanam modal)

 Investor adalah orang yang memperolah uang dari uangnya yang diputar. Penghasilan seorang investor juga tidak dipengaruhi oleh waktu kerja yang diberikan. Bahkan seorang investor bisa tidak bekerja sama sekali, dan uangnya yang bekerja untuk dia. Besar kecil pemasukan uang seorang investor ditentukan oleh pengetahuan dan keahlian ia dalam mengelola uang dan mendayagunakan uang yang dimilikinya agar menjadi lebih berguna dan menguntungkan. Investor bisa saja menginvestkan uangnya dalam bisnis riil atau dalam investasi finance

Contoh seorang investor adalah investor property, membeli rumah dan apartemen untuk dikontrakkan. Membeli saham dengan return dan pembagian dividend yang tinggi untuk dia, mengeluarkan uang investasi membuka warung bakso yang dikelola oleh teman, membayar sejumlah uang untuk membeli franchise, membeli mobil untuk direntalkan dengan cara dititipkan ke perusahaan rental, seperti Cipaganti rental dan lain-lain. Investor hanya memiliki tiga kemungkinan, rugi, impas, atau untung. Semakin mahir ia memutar uangnya, maka semakin deras uang mengucur.

Sekarang coba jawab, kawan berada di quadrant mana sekarang? Memang tidak selalu orang hanya di salah satu quadrant, employee saja, atau investor saja, tapi bisa saja satu orang berdiri di dua atau lebih quadrant. Contohnya seorang pegawai bank (employee), invest uang disaham (investor) dan ia membuka toko handphone di suatu mall (bisnis owner dan investor). Itu lebih baik. 

Sebenarnya 4 quadrant diatas dibagi menjadi 2, yaitu quadrant kiri (employee-self employed) dan quadrant kanan (bisnis owner-investor). Seorang yang ingin makmur dan bebas secara finansial memang harus berusaha untuk menjadi quadrant kanan atau berusaha untuk memiliki kaki di quadrant kanan.

Sumber artikel klik INI

0 Komentar kawan kawan:

Post a Comment

Salam...
Tuangkan komentar tuk saya,
Meski cuma satu kata...

Jangan meninggalkan spam...

Salam kawan

Klik kawan !