Monday, August 9, 2010

Cara mengecewakan Tuhan : Ngga kreatif !

Saya punya sesuatu untuk berbagi. Tulisan dibawah ini adalah sebuah cerita pendek yang memprovokasi saya...So, silahkan baca sapa tau kena provokasi juga.

***
Kemungkinan besar anda sedang membawa bolpen. Kalau anda sedang tidak membawa bolpen, silakan membayangkan anda sedang memegang bolpen yang biasa anda pakai. Sekarang, dalam pikiran anda, silakan lihat bolpen itu, lalu bentuknya diperkecil hingga berukuran panjang sekitar 10 cm. Pandangi sejenak, lantas perbesar bolpen itu hingga panjangnya sekitar satu meter, lalu lihatlah selama 5 detik. Kemudian kembalikan ukuran bolpen itu seperti ukuran aslinya.

Selanjutnya silakan ubah warna bolpen itu menjadi warna lain. Sudah ? ... Jangan buru-buru. Sekarang ubahlah bentuk bolpen itu menjadi bentuk lain yang sama sekali berbeda, namun fungsinya tetap bolpen. Bisa ? ...
Bayangkan dalam pikiran anda, ketika bolpen itu anda lemparkan ke atas, ketika jatuh mengenai lantai, bunyinya bukan ’takkk!’, melainkan ’toeeenngggg!’. Bisa ? ... Lalu raba bolpen itu. Anda merasakan ternyata tekstur body bolpen itu lembut seperti kulit bayi.

Terakhir, dekatkan bolpen itu ke hidung anda. Anda mencium aroma jeruk. Anda jilat bolpennya, ternyata bolpen itu rasa asin. Bisa ? ... Seandainya semua bahan dan alat tersedia, dapatkah kita menciptakan bolpen seperti yang sudah kita bayangkan tadi ? ..
 
Kemungkinan sangat besar, anda bisa melakukan hal-hal di atas tadi. Hal ini karena kita memiliki kemampuan mengolah bentuk bolpen (visual), suara jatuhnya bolpen (auditory), meraba tekstur bolpen (kinestetik), mencium aroma bolpen (olfactory), dan mengecap rasa bolpen (gustatory). Lima sumber daya manusia ini disingkat VAKOG, alias panca indera. Inilah anugerah yang diberikan Tuhan kepada manusia dan tidak diberika kepada mahluk lain. Tanpa VAKOG ini, manusia hanyalah seonggok daging hidup.
 
Tunggu dulu ! ... Bukankah binatang juga memiliki sumber daya VAKOG tadi ?. Binatang sirkus beraksi karena melihat gerakan dan mendengar peluit sang pawang. Kucing jika diraba kepalanya akan menunduk. Anjing pelacak mencium letak narkoba disembunyikan. Ular menjulur-julurkan lidah untuk mencari jalan.
Benar sekali bahwa binatang juga memiliki VAKOG, tetapi dalam fungsi sensory. Manusia adalah satu-satunya mahluk yang diberi anugerah VAKOG selain dalam fungsi sensory, juga dalam fungsi thinking – berpikir.

Dengan VAKOG dalam fungsi thinking, kita menciptakan sesuatu di luar batasan-batasan yang ada untuk bertahan hidup dan berkembang. Melalui visual, anda bisa membayangkan diri kita lima tahun dari sekarang anda sudah menjadi apa, melakukan apa, dan memiliki apa. Anda dapat ’mendengar’ apa yang diucapkan oleh orang-orang yang anda kasihi terhadap keberhasilan anda saat itu. Anda merasakan pelukan dan rangkulan mereka saat itu, serta merasakan semilir angin dan aroma wewangian yang membuat perasaan anda saat itu bahagia tak terkira.
 
Dengan VAKOG, saat dimarahi sang boss, anda segera dapat membayangkan dan merasakan betapa rumitnya persoalan yang sedang dihadapi mengurusi tugas-tugas di tempat anda bekerja – termasuk mengurusi anda. Ini membuat dirinya khawatir -- ingin segala sesuatu berjalan dengan baik -- karena para pesaing pada saat yang sama sedang melakukan manuver untuk membuat pelanggan anda beralih hati kepada mereka.

Dengan VAKOG, tiba-tiba anda dapat melihat bahwa kemarahan sang bos anda tadi merupakan wujud dari perhatian kepada anda karena ia ingin pekerjaan anda perfect dalam bekerja. Anda mendapat informasi umpan balik yang berharga bahwa apa yang anda lakukan dan hasilkan, belum sesuai dengan apa yang menjadi ekspektasi sang boss. Anda menjadi tahu, apa-apa yang perlu anda perbaiki, sehingga andapun menjadi lebih terampil dan bertumbuh kompetensinya baik hard competence maupun soft competenc.. Pada gilirannya, jika anda sudah memiliki kompetensi yang lebih tinggi, tanggungjawab dan posisi yang lebih tinggi bisa dipercayakan kepada anda. Karier anda meningkat.

Dengan VAKOG, seorang produsen mobil dapat membayangkan bagaimana jika ban mobil itu kotak. Penumpang mobil itu akan mengalami apa yang orang Betawi bilang sebagai ajrut-ajrutan. Mau makan susah. Mau buka laptop juga susah. Lantas dengan bantuan VAKOG juga, sang produsen mobil merancang teknologi suspensi sedemikian rupa sehingga walaupun ban mobil kotak, tapi penumpang tetap tenang tidak terguncang-guncang. Ketika suspensi itu berhasil diciptakan, lalu diaplikasikan kepada mobil yang bannya memang bundar, maka sang produsen telah menciptakan keunggulan luar biasa pada produknya, yaitu suspensi anti jalan berlubang.

Dalam wacana agama, khususnya Islam, ada ayat dalam kitab suci yang menjelaskan ketika janin berkembang dan mencapai hitungan bulan tertentu, Tuhan meniupkan ruh-Nya kepada janin. Salah satu sifat Tuhan yang paling disebut-sebut selain ’Esa’ adalah ’Pencipta’. ’Pencipta’ bahasa Inggrisnya ’creator’. Kata kerjanya ’to create’. Kata sifatnya ’creative’. Ketika ruh Sang Maha Pencipta ini masuk ke tubuh manusia, maka sifat Sang Maha Pencipta-pun terbawa, yaitu pencipta.

Dengan demikian, kreatif sesungguhnya merupakan sifat utama manusia. Dengan bekal kemampuan kreatif dan sumber daya VAKOG manusia diberi peran sebagai khalifah untuk membangun bumi. Itu artinya, tidak menggunakan sumber daya yang diberikan Tuhan kepada kita untuk menciptakan sesuatu yang berguna bagi diri dan dunia, justru mengingkari kemanusiaan itu sendiri. Ini sering kita lakukan hanya dengan mengeluarkan kata-kata, ”aku tidak bisa”, ”aku kan bukan orang kreatif”, ”mana mungkin bisa ?”, ”nanti saja kalau sudah ada reward-nya”.

Kalau penjelasan soal kreativitas di atas terasa filosofis, saya punya bukti sederhana bahwa sebenarnya manusia itu kreatif. Coba saja saat anda terlambat menghadiri suatu rapat, atau membuat suatu kesalahan atau kegagalan, atau pasangan anda mengetahui perselingkuhan anda, maka anda mampu menciptakan puluhan argumen dan alasan untuk menjelaskan dan membenarkan hal itu terjadi.

Ketika soal bukti kita manusia kreatif ini saya jadikan status di facebook, lantas salah seorang teman memberi komentar dan bertanya : ”Apa bedanya kreatif dengan licik?”, saja menjawab, ”Kreatif itu kemampuan, licik itu niat”...***

0 Komentar kawan kawan:

Post a Comment

Salam...
Tuangkan komentar tuk saya,
Meski cuma satu kata...

Jangan meninggalkan spam...

Salam kawan

Klik kawan !