Wednesday, September 2, 2009

Sebuah Doa

"Jangan remehkan kekuatan sebuah doa," ujarnya.

Suminah, seorang ibu kumuh dengan baju kumal, masuk ke dalam sebuah minimarket. Dengan sangat terbata-bata dan dengan bahasa yang sopan ia memohon agar diperbolehkan berutang. Ia memberitahukan kepada si pemilik minimarket bahwa suaminya sedang sakit dan sudah seminggu tidak bekerja. Ia memiliki tujuh anak yang sangat membutuhkan makan.

Johar, si pemilik minimarket, mengusir dia keluar. Sambil terus menggambarkan situasi keluarganya, Suminah terus menceritakan tentang keluargnya. "Tolonglah Pak, saya janji akan segera membayar setelah saya punya uang."

Johar tetap tidak mengabulkan permohonan tersebut. "Anda tidak mempunyai kartu kredit, Anda tidak mempunyai garansi," alasannya.

Di dekat pembayaran, ada seorang pelanggan lain, yang dari awal mendengarkan percakapan mereka. Dia mendekati keduanya dan berkata "Saya akan membayar semua yang diperlukan Ibu ini."

Karena malu, si pemilik minimarket akhirnya berkata, "Tak perlu, Pak. Saya sendiri akan memberikannya dengan gratis."

"Baiklah, apakah ibu membawa daftar belanja?" 

"Ya Pak, ini." katanya sambil menunjukkan sesobek kertas kumal dari tangannya.

"Letakkanlah daftar belanja Anda di dalam timbangan, dan saya akan memberikan gratis belanjaan Anda sesuai dengan berat timbangan tersebut."

Dengan sangat ragu-ragu dan setengah putus asa, Suminah menundukkan kepala sebentar, menuliskan sesuatu pada kertas kumal tersebut, lalu dengan kepala tetap tertunduk, meletakkannya ke dalam timbangan. Mata Si pemilik minimarket terbelalak melihat jarum timbangan bergerak cepat kebawah. Ia menatap Pelanggan yang tadi menawarkan si ibu tadi sambil berucap kecil, "Aku tidak percaya dengan yang aku lihat."

Si pelanggan baik hati itu hanya tersenyum. Lalu, Suminah mengambil barang-barang yang diperlukan, dan disaksikan oleh pelanggan baik hati tadi, si pemilik minimarket menaruh belanjaan tersebut pada sisi timbangan yang lain. Jarum timbangan tidak kunjung berimbang, sehingga si ibu terus mengambil barang-barang keperluannya dan si pemilik toko terus menumpuknya pada timbangan, hingga tidak muat lagi.

Si pemilik minimarket merasa sangat jengkel dan tidak dapat berbuat apa-apa. Karena tidak tahan, Si pemilik minimarket diam-diam mengambil sobekan kertas daftar belanja si Ibu. Dan ia pun terbelalak. Di atas kertas kumal itu tertulis sebuah doa pendek "Tuhan, Engkau tahu apa yang hamba perlukan. Hamba menyerahkan segalanya ke dalam tanganMu."

Si Pemilik minimarket terdiam. Suminah, berterimakasih kepadanya, dan meninggalkan minimarket dengan belanjaan gratisnya. Si pelanggan baik hati bahkan memberikan selembar uang 50 ribu rupiah padanya.

Si Pemilik minimarket kemudian mengecek dan menemukan bahwa timbangan yang dipakai tersebut ternyata rusak. Ternyata memang hanya Tuhan yang tahu bobot sebuah doa. Maka, jangan remehkan kekuatan sebuah doa. 

Sehingga tak salah dengan apa yang digaransikan Tuhan dalam ayatnya "Berdoalah kamu kepadaKu niscaya Aku perkenankan doa permohonan kamu." (QS: Al-Mukmin:60).

Menolonglah dengan tetap menjaga harga diri. Membantulah sesama dengan tetap menjaga martabat. Berbagilah dengan moral tinggi.

1 comment:

  1. it's so inspirational story,we can learn something from it...yup definitely

    ReplyDelete

Salam...
Tuangkan komentar tuk saya,
Meski cuma satu kata...

Jangan meninggalkan spam...

Salam kawan

Klik kawan !